Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Hidup Selayaknya
Gimana sih, rasanya bisa hidup sesuai kadarnya? Gimana sih, rasanya hidup dengan hati plong dan bisa nerima apapun yang terjadi? Gimana juga ya rasanya hidup tanpa terpaku sama pencapaian orang lain?
Hidup selayaknya.
Satu
hal yang mungkin, sampai hari ini masih aku usahakan. Bukan ‘layak’ berdasarkan
standar orang lain. Tetapi ‘layak’ sesuai kemampuan dan kapasitas diriku. Aku
sadar, hidupku lebih sering mengejar sesuatu yang ‘lebih’ daripada kapasitasku.
Aku sibuk mengejar apa yang orang lain agungkan tentang hidup. Sementara aku
tidak bisa menikmati hidupku sendiri. Aku jadi lupa bahwa aku harus hidup
selayaknya manusia. Bisa gagal, marah, sedih, jatuh, bangkit, sukses, dan
bahagia. Tidak harus selalu kuat dan keren seperti yang diharapkan orang. Cukup
menjadi diriku dan menikmatinya.
As we can see, kita hidup di tengah
zaman yang serba cepat. Entahlah. Aku merasa orang lain berlomba-lomba mencapai
sesuatu dengan ambisius. Aku melihat banyak orang stress karena apa yang
diinginkan tidak terwujud. Ya. Aku pernah ada di posisi itu. Rasanya capek,
hidup dalam ambisius yang besar. Tapi pada akhirnya aku belajar memahami bahwa
sebenernya, kita nggak boleh memaksakan hidup kita harus sama seperti orang
lain. Lagipula hidup cuma sekali, boleh banget kok dinikmati sesuka hati. Asal
jangan bablas aja.
Kita
ini manusia. Punya kuasa atas diri sendiri tapi juga punya banyak keterbatasan.
Tuhan tidak menuntut kita hidup di bawah keberlimpahan duniawi. Kita cuma
diminta mempergunakan hidup dengan baik dan bijak. Ya kan?
See you,
Thanks
- Get link
- X
- Other Apps
Popular Posts
Kenapa K-Pop Bisa Menguasai Industri Musik di Asia?
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment