Skip to main content

Featured

Laoban & Distraksi Elit

Menjelang akhir pekan, adik perempuanku bilang kalau kakak sepupu kami bakal main ke rumah. Sekalian mampir Laoban Kopitiam buat kulineran singkat. Pas ditanya, "Mbak mau ikut?" I said "Iya". Lumayan untuk refreshing sebentar.  Minggu pagi (5 April), aku, kakak sepupu, adik perempuan & adik cowokku akhirnya berangkat. Tiba di Laoban sekitar jam 07.30 kalo gak salah. Kebetulan kami pelanggan pertama yang datang. Jadi masih sepi dan bisa leluasa memilih tempat duduk. Kami duduk di dekat AC, kursinya bersandar dan berhadapan. Begitu masuk Laoban, aku ngerasa kayak masuk ke cafe China lawas. Pencahayaannya mirip sama kedai yang sering muncul di drama China. Nuansa hangat, seolah kita memang disambut disana.  Setelah dapat buku menu dan tempat duduk, kami mulai sibuk nih milih mau makan apa pagi ini. Fyi, kami gak ada yang sarapan. Jadi memang niat sarapan di Laoban aja. Berhubung semalem aku udah lihat menu-menu Laoban di sosmed, aku putusin buat pesen n...

Kenapa K-Pop Bisa Menguasai Industri Musik di Asia?


Siapa sih yang nggak kenal K-Pop? Aku yakin mayoritas anak muda pasti tahu atau bahkan kenal banget sama Korean Pop. Aku sendiri pun juga suka K-Pop. Lantas, pernahkah kalian bertanya-tanya sebenarnya apa K-Pop itu dan bagaimana K-Pop bisa menjadi kiblat musik di Asia? Kok bisa K-Pop begitu meledak di kancah Internasional?

Disini aku akan sharing pemahamanku untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Apa yang aku tulis disini berdasarkan referensi yang sudah kubaca dan kusimpulkan garis besarnya. So, aku harap ini bisa menambah pengetahuan kita meskipun nggak banyak.

Sedikit disclaimer, dulunya negara Korea Selatan itu tidak maju. Bahkan bisa dibilang miskin dan punya banyak hutang negara. Akibat kekalahan Jepang pada perang dunia II, PBB meresmikan kalau Korea dipisah menjadi 2 negara. Yakni Korea Selatan dan Korea Utara. Dari referensi yang kubaca, Korea Utara mewarisi sebagian besar industri, pertambangan, dan lebih dari 80% pembangkit listrik. Sementara Korea Selatan memiliki sebagian besar wilayah pertanian, tetapi masih tidak cukup untuk memberi makan seluruh rakyatnya. Belum lagi Jepang datang dan menjajah Korea Selatan selama bertahun-tahun sampai Korea Selatan resmi merdeka tahun 1946. Yup, setahun setelah Indonesia. Anyway, kamu bisa lihat gambaran singkat tentang kondisi Korea Selatan sebelum merdeka lewat film-nya T.O.P Bigbang berjudul 71 : Into The Fire. Yes, TOP pernah main film heroik gais.

Nah, jadi udah tahu ya. Korea Selatan dulunya sama dengan kita. Pernah dijajah. Yang menjajah pun bukan cuma Jepang. Tapi juga Amerika. Karena setelah Korea dipisah jadi dua negara, Korea Utara dikuasai Rusia sedangkan Korea Selatan dikuasai Amerika saat itu.

 Setelah perang berakhir, masih banyak tentara Amerika yang tinggal di Korea Selatan. Karena hal ini lah, budaya Amerika mulai masuk ke Korea Selatan, termasuk musiknya. Awalnya, jenis musik yang populer di Korea Selatan adalah jenis musik trot, atau bisa dibilang sebagai dangdutnya Korea Selatan. Tapi sebelum musik trot muncul, pada tahun 1885 itu ada genre musik yang mengadaptasi musik Amerika disebut Changga. Genre ini cukup digemari dan dikenal baik sama rakyat Korea Selatan. Tapi selama penjajahan Jepang, mereka menyita semua koleksi musik Changga dan menggantinya dengan aliran musik negara mereka sendiri. Bahkan nggak segan menghukum warga Korea yang memutar lagu Changga.

Setelah merdeka, musik Changga (Korean Pop versi lawas) kemudian berkembang menjadi aliran Korean Pop Modern atau yang biasa kita kenal sebagai K-Pop sekarang. Jadi sebenernya K-pop ini lagu pop yang dimodifikasi atau diaransemen menyesuaikan budaya Korea Selatan. Bahkan banyak lagu barat yang diaransemen terus liriknya diubah pakai bahasa Korea. Yang pertama kali mempopulerkan K-Pop modern ini adalah Seo Taiji & Boys. Yup. Boyband jadul. Pencetusnya nih. Lagu-lagu mereka cenderung bernuansa aliran musik rock, rap dan ada dancenya. As always, K-Pop juga terkenal banget karena nyanyi sambil dance kan? Nah ternyata target pasar dari grup ini adalah remaja dan anak-anak muda Korea Selatan yang lagi menjalani masa sulit di hidup mereka. Fyi, di Korea Selatan itu tingkat persaingannya sangat ketat. Bahkan untuk masuk universitas yang diinginkan, pelajar di Korea Selatan itu sudah mempersiapkannya sejak SD. Belum lagi berbagai tuntutan di dunia kerja yang sulitnya berlipat-lipat dibanding Indonesia. Ditambah, kasus bullying. Melihat negaranya sedang tidak baik-baik saja, rasa nasionalisme Seo Taiji pun membawanya menciptakan K-Pop modern. 

Nggak tanggung loh, berkat antusiasme warga Korea terhadap K-Pop modern, membuka kesempatan besar bagi agensi-agensi ternama Korea (SM, JYP & YG) untuk makin fokus menglobalkan K-Pop. Mereka tidak bekerja sendiri gais. Pemerintah Korea Selatan sadar betul, negara mereka tidak sekaya itu. Korea Selatan masih menumpuk hutang dan belum punya banyak potensi sumber daya alam untuk menopang keuangan negara. Satu-satunya aset yang bisa mereka kembangkan adalah budaya dan seni. Btw dulu Samsung belum seterkenal itu ya. So that’s why, pemerintah Korea Selatan berkontribusi besar pada globalisasi K-Pop. Mereka ikut serta dalam menduniakan K-Pop. 

Di antara bentuk supportnya adalah merancang kebijakan strategi lima tahun pertama untuk memperkuat posisinya sebagai negara adidaya budaya global (global cultural powerhouse) melalui optimalisasi Hallyu (gelombang Korea). Seiring dengan dilaksanakannya liberalisasi media pada tahun 1980-an hingga pertengahan 1990-an, pemerintah Korea Selatan memberikan beasiswa dalam jumlah besar kepada seniman dari berbagai bidang untuk belajar di Amerika Serikat dan Eropa, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mengenai seni. Bentuk support-nya juga berupa menyediakan jurusan seni dan budaya di hampir semua universitas. Hal ini agar warga Korea semakin tertarik untuk mengenal budaya mereka juga untuk menarik minat warga asing.

Dulu aku mikirnya, K-Pop ini meledak karena ketidaksengajaan. Yaaah sebatas karena lagunya enak terus viral akhirnya disukai banyak orang termasuk orang-orang barat. Tapi ternyata, setelah kupelajari semua ‘ketidaksengajaan’ ini, memang sudah dirancang sedemikian rupa. Pemerintah Korea merangkul 3 agensi besar tadi untuk sama-sama menglobalisasikan musik K-Pop. Nggak Cuma K-Pop sih. Korean drama, Korean Alphabet, Korean Food bahkan Korean Beauty juga menguasai kancah internasional.

Dari penjelasanku tadi, menurutku alasan kenapa K-Pop bisa menguasai industri musik di Asia, karena mereka tahu strategi, tahu cara nyari support, tahu media, kebutuhan pasar musik dan problematika mayoritas penduduk global. Bayangin aja, sebagian besar penduduk global adalah anak muda. Yang belum tahu arah hidupnya kemana. Masih struggle buat menata masa depan. Pusing sama tuntutan pendidikan, pekerjaan dan segala macem. K-Pop hadir seperti teman dekat yang mengerti semua perasaan dan kondisi yang mereka alami. Aku baru nyadarin hal ini, ketika BTS hadir di kancah musik Internasional dengan mengusung tema ‘Love Yourself’. Eit, bukan ngasal juga mereka ambil tema musik itu. Ini karena project kerja sama mereka dengan PBB yang ingin menghapus sistem bullying dari kehidupan anak-anak muda. Aku tahu, nggak cuma BTS kok. Ini sebagai contoh saja. Apalagi sekarang sudah banyak agensi-agensi kecil yang mengikuti jejak 3 agensi besar untuk ikut sukses di kancah Internasional.

Aku rasa, inti dari kesuksesan K-Pop adalah Korea Selatan totalitas dalam mengglobalkan budaya mereka. Terutama para pemangku kekuasaan disana juga supportnya gede. Mereka nggak cuma berkeinginan, tapi mereka berusaha keras untuk mewujudkan. Mereka merancang strategi, melihat apa yang sedang dunia butuhkan, lalu hadir menawarkan solusi yang disukai banyak orang. Mereka juga sangat memanfaatkan media untuk hal ini. Ada aplikasi Weverse, yang secara khusus dibikin untuk ruang antara idol dan fans. Disana mereka bisa membalas pesan-pesan dari fans kapanpun. Yaaaa selayaknya chatingan sama temen. Idol juga bisa update keseharian mereka ngapain aja. Bisa update candaan juga. Fans pun jadi merasa dihargai dan terlibat dalam kehidupan idol mereka. Sekarang rasanya Korea Selatan beneran jadi kiblat dunia kreatif deh.

            Gimana menurut kalian?

 

Thanks,

 

See you next post

 


Comments

Popular Posts