Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Kenapa K-Pop Bisa Menguasai Industri Musik di Asia?
Siapa sih
yang nggak kenal K-Pop? Aku yakin mayoritas anak muda pasti tahu atau bahkan
kenal banget sama Korean Pop. Aku sendiri pun juga suka K-Pop. Lantas,
pernahkah kalian bertanya-tanya sebenarnya apa K-Pop itu dan bagaimana K-Pop
bisa menjadi kiblat musik di Asia? Kok bisa K-Pop begitu meledak di kancah
Internasional?
Disini aku akan sharing pemahamanku
untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Apa yang aku tulis disini berdasarkan
referensi yang sudah kubaca dan kusimpulkan garis besarnya. So, aku harap ini
bisa menambah pengetahuan kita meskipun nggak banyak.
Sedikit
disclaimer, dulunya negara Korea Selatan itu tidak maju. Bahkan bisa dibilang
miskin dan punya banyak hutang negara. Akibat kekalahan Jepang pada perang
dunia II, PBB meresmikan kalau Korea dipisah menjadi 2 negara. Yakni Korea
Selatan dan Korea Utara. Dari referensi yang kubaca, Korea Utara mewarisi sebagian besar industri, pertambangan, dan lebih
dari 80% pembangkit listrik. Sementara Korea Selatan memiliki sebagian besar
wilayah pertanian, tetapi masih tidak cukup untuk memberi makan seluruh
rakyatnya. Belum lagi Jepang datang dan menjajah Korea Selatan selama
bertahun-tahun sampai Korea Selatan resmi merdeka tahun 1946. Yup, setahun
setelah Indonesia. Anyway, kamu bisa
lihat gambaran singkat tentang kondisi Korea Selatan sebelum merdeka lewat
film-nya T.O.P Bigbang berjudul 71 :
Into The Fire. Yes, TOP pernah main film heroik gais.
Nah,
jadi udah tahu ya. Korea Selatan dulunya sama dengan kita. Pernah dijajah. Yang
menjajah pun bukan cuma Jepang. Tapi juga Amerika. Karena setelah Korea dipisah
jadi dua negara, Korea Utara dikuasai Rusia sedangkan Korea Selatan dikuasai
Amerika saat itu.
Setelah perang berakhir, masih banyak tentara Amerika
yang tinggal di Korea Selatan. Karena hal ini lah, budaya Amerika mulai masuk
ke Korea Selatan, termasuk musiknya. Awalnya, jenis musik yang populer di Korea
Selatan adalah jenis musik trot, atau
bisa dibilang sebagai dangdutnya Korea
Selatan. Tapi sebelum musik trot muncul, pada tahun 1885 itu ada genre musik
yang mengadaptasi musik Amerika disebut Changga. Genre ini cukup digemari dan
dikenal baik sama rakyat Korea Selatan. Tapi selama penjajahan Jepang, mereka
menyita semua koleksi musik Changga dan menggantinya dengan aliran musik negara
mereka sendiri. Bahkan nggak segan menghukum warga Korea yang memutar lagu
Changga.
Setelah merdeka, musik Changga (Korean
Pop versi lawas) kemudian berkembang menjadi aliran Korean Pop Modern atau yang
biasa kita kenal sebagai K-Pop sekarang. Jadi sebenernya K-pop ini lagu pop
yang dimodifikasi atau diaransemen menyesuaikan budaya Korea Selatan. Bahkan
banyak lagu barat yang diaransemen terus liriknya diubah pakai bahasa Korea. Yang pertama kali mempopulerkan K-Pop modern ini
adalah Seo Taiji & Boys. Yup. Boyband
jadul. Pencetusnya nih. Lagu-lagu mereka cenderung bernuansa aliran musik rock, rap dan ada dancenya. As always, K-Pop juga terkenal banget
karena nyanyi sambil dance kan? Nah ternyata target pasar dari grup ini adalah
remaja dan anak-anak muda Korea Selatan yang lagi menjalani masa sulit di hidup
mereka. Fyi, di Korea Selatan itu tingkat persaingannya sangat ketat. Bahkan
untuk masuk universitas yang diinginkan, pelajar di Korea Selatan itu sudah
mempersiapkannya sejak SD. Belum lagi berbagai tuntutan di dunia kerja yang
sulitnya berlipat-lipat dibanding Indonesia. Ditambah, kasus bullying. Melihat
negaranya sedang tidak baik-baik saja, rasa nasionalisme Seo Taiji pun
membawanya menciptakan K-Pop modern.
Nggak tanggung loh, berkat antusiasme warga Korea terhadap K-Pop modern, membuka kesempatan besar bagi agensi-agensi ternama Korea (SM, JYP & YG) untuk makin fokus menglobalkan K-Pop. Mereka tidak bekerja sendiri gais. Pemerintah Korea Selatan sadar betul, negara mereka tidak sekaya itu. Korea Selatan masih menumpuk hutang dan belum punya banyak potensi sumber daya alam untuk menopang keuangan negara. Satu-satunya aset yang bisa mereka kembangkan adalah budaya dan seni. Btw dulu Samsung belum seterkenal itu ya. So that’s why, pemerintah Korea Selatan berkontribusi besar pada globalisasi K-Pop. Mereka ikut serta dalam menduniakan K-Pop.
Di antara bentuk supportnya adalah merancang kebijakan
strategi lima tahun pertama untuk memperkuat
posisinya sebagai negara adidaya budaya global (global cultural powerhouse)
melalui optimalisasi Hallyu (gelombang Korea). Seiring
dengan dilaksanakannya liberalisasi media pada tahun 1980-an hingga pertengahan
1990-an, pemerintah Korea Selatan memberikan beasiswa dalam jumlah besar kepada
seniman dari berbagai bidang untuk belajar di Amerika Serikat dan Eropa, yang
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mengenai seni. Bentuk
support-nya juga berupa menyediakan jurusan seni dan budaya di hampir semua
universitas. Hal ini agar warga Korea semakin tertarik untuk mengenal budaya
mereka juga untuk menarik minat warga asing.
Dulu aku mikirnya, K-Pop ini meledak
karena ketidaksengajaan. Yaaah sebatas karena lagunya enak terus viral akhirnya
disukai banyak orang termasuk orang-orang barat. Tapi ternyata, setelah
kupelajari semua ‘ketidaksengajaan’ ini, memang sudah dirancang sedemikian
rupa. Pemerintah Korea merangkul 3 agensi besar tadi untuk sama-sama
menglobalisasikan musik K-Pop. Nggak Cuma K-Pop sih. Korean drama, Korean
Alphabet, Korean Food bahkan Korean Beauty juga menguasai kancah internasional.
Dari penjelasanku tadi, menurutku alasan kenapa K-Pop bisa menguasai industri musik di Asia, karena mereka tahu strategi, tahu cara nyari support, tahu media, kebutuhan pasar musik dan problematika mayoritas penduduk global. Bayangin aja, sebagian besar penduduk global adalah anak muda. Yang belum tahu arah hidupnya kemana. Masih struggle buat menata masa depan. Pusing sama tuntutan pendidikan, pekerjaan dan segala macem. K-Pop hadir seperti teman dekat yang mengerti semua perasaan dan kondisi yang mereka alami. Aku baru nyadarin hal ini, ketika BTS hadir di kancah musik Internasional dengan mengusung tema ‘Love Yourself’. Eit, bukan ngasal juga mereka ambil tema musik itu. Ini karena project kerja sama mereka dengan PBB yang ingin menghapus sistem bullying dari kehidupan anak-anak muda. Aku tahu, nggak cuma BTS kok. Ini sebagai contoh saja. Apalagi sekarang sudah banyak agensi-agensi kecil yang mengikuti jejak 3 agensi besar untuk ikut sukses di kancah Internasional.
Aku rasa, inti dari kesuksesan K-Pop
adalah Korea Selatan totalitas dalam mengglobalkan budaya mereka. Terutama para
pemangku kekuasaan disana juga supportnya gede. Mereka nggak cuma berkeinginan,
tapi mereka berusaha keras untuk mewujudkan. Mereka merancang strategi, melihat
apa yang sedang dunia butuhkan, lalu hadir menawarkan solusi yang disukai
banyak orang. Mereka juga sangat memanfaatkan media untuk hal ini. Ada aplikasi
Weverse, yang secara khusus dibikin untuk ruang antara idol dan fans. Disana
mereka bisa membalas pesan-pesan dari fans kapanpun. Yaaaa selayaknya chatingan
sama temen. Idol juga bisa update keseharian mereka ngapain aja. Bisa update
candaan juga. Fans pun jadi merasa dihargai dan terlibat dalam kehidupan idol
mereka. Sekarang rasanya Korea Selatan beneran jadi kiblat dunia kreatif deh.
Gimana menurut kalian?
Thanks,
See you next
post
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment