Skip to main content

Featured

Laoban & Distraksi Elit

Menjelang akhir pekan, adik perempuanku bilang kalau kakak sepupu kami bakal main ke rumah. Sekalian mampir Laoban Kopitiam buat kulineran singkat. Pas ditanya, "Mbak mau ikut?" I said "Iya". Lumayan untuk refreshing sebentar.  Minggu pagi (5 April), aku, kakak sepupu, adik perempuan & adik cowokku akhirnya berangkat. Tiba di Laoban sekitar jam 07.30 kalo gak salah. Kebetulan kami pelanggan pertama yang datang. Jadi masih sepi dan bisa leluasa memilih tempat duduk. Kami duduk di dekat AC, kursinya bersandar dan berhadapan. Begitu masuk Laoban, aku ngerasa kayak masuk ke cafe China lawas. Pencahayaannya mirip sama kedai yang sering muncul di drama China. Nuansa hangat, seolah kita memang disambut disana.  Setelah dapat buku menu dan tempat duduk, kami mulai sibuk nih milih mau makan apa pagi ini. Fyi, kami gak ada yang sarapan. Jadi memang niat sarapan di Laoban aja. Berhubung semalem aku udah lihat menu-menu Laoban di sosmed, aku putusin buat pesen n...

Little Things in Malang

 "Ayoklah ke Malang, gaskeun!" 

Adalah kalimat pertama yang kami lontarkan menjelang libur semester 2025. Berawal dari cuma 'ngasal', ide itu jadi lebih serius kami bicarakan. Nggak tanggung, bahkan obrolan face to face pun beralih ke google meet karena kami berada di rumah yang berbeda. Khusus bahas soal budgeting dan nge-list tempat mana saja yang wajib kami kunjungi selama trip ke Malang. Juga beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan sekiranya selama disana kami tidak mengalami kesulitan. 

Siapa sangka, ide itu benar-benar terealisasikan. Dengan sisa tabungan yang hampir melayang, kami pun berangkat ke Malang. Tapi serius. Trip ini seru banget. Selain karena vibes-nya memang menyenangkan, selama di Malang pun kita lebih banyak jalan kaki mengunjungi satu tempat ke tempat lain (jarak tempuh cukup dekat). Cuacanya juga mendkukung banget. Nggak terik, cukup berangin dan sedikit mendung. Jalan kaki sambil bawa backpack, terlihat ngos-ngosan, sesekali lihat maps, satu tangan memegang minuman yang kami beli di Supermarket, benar-benar seperti turis dalam negeri. Hehe. Soalnya pada dilihatin sama orang-orang. Aku merasa jadi bule dadakan. 

But, sebenernya aku juga punya misi pribadi. 

Berhubung udah kerja, aku udah jarang banget nulis. Ide-ide yang biasanya mengalir seperti sungai, sekarang jadi kering banget. Susaaah banget nemuin ide buat ditulis. Memulai nulis juga males. Nggak ada semangat sama sekali. And I think, aku butuh keluar dari zona sehari-hariku. I need a little healing or vacation. Begitu ide ke Malang muncul, aku langsung yes yes aja. Sambil was-was ngelihat tabungan yang makin menipis. Tapi aku rasa keputusan kali ini nggak bakal zonk. Tujuanku ke Malang, pengen nyari suasana baru dan ide baru. 

Sayangnya, selama di Malang, aku malah sibuk foto-foto. Nggak ada ide sama sekali untuk mencari gagasan cerita yang mungkin bisa aku bawa pulang untuk kujadikan bahan tulisan. Aku lebih sibuk mengamati kehidupan disana. Memperhatikan langkah orang yang lalu-lalang. Ekspresi mereka yang beragam. Percakapan-percakapan yang nggak sengaja terdengar saat berpapasan. Juga musik jalanan ikut meramaikan suasana. Ini bener-bener aku rasakan sewaktu main ke Kayutangan

Kayutangan ini awalnya nggak termasuk dalam list, tapi pas nyampe hotel buat sholat maghrib, tiba-tiba sepupu laki-lakiku mencetuskan kalau kami harus ke Kayutangan. Kebetulan aku dan sepupuku ini suka banget sama hal-hal berbau vintage. Musik jadul, barang jadul, film jadul pun kami suka. So we decide to go to Kayutangan. 

Kayutangan di malam hari, menurutku sangat worth it buat dikungjungi. Tapi mungkin untuk foto-foto, lebih seru kalau pagi, siang atau sore. Karena kalau malem, apalagi udah musim liburan, penuh. Berdesakan dengan yang lain. 

Kami juga mampir ke K2 Mart, photobox, Naoki Rice, Padang Payakumbuah, Luke Artisan Bakery, OPA Noodle, MOG, Hot Slice Pizza, Gramedia dekat Kayutangan, dan beberapa tempat lagi. Aku lupa mana aja. Tapi yang bener-bener aku nikmatin suasananya itu pas di Kayutangan. Meskipun rame, aku nggak merasa terganggu sama sekali. 

Seperti yang kubilang, aku sibuk mengamati. 

Trip ke Malang ini menurutku sudah sangat cukup me-refresh pikiran. Bahkan nggak sadar juga kalau udah jalan kaki 1000 langkah lebih. I really enjoy this trip. Mungkin tabunganku jadi boncos, tapi gak papa. Ada pengalaman yang didapat dan itu nggak rugi kok. Mungkin gini kali ya, kenapa orang suka liburan. Seenggaknya kita jadi lebih fresh karena liburan. Keluar dari zona familiar yang kita temui sehari-hari. Seru aja. 

Sekalipun kaki pegel-pegel, bisa diakalin pakek shower air hangat plus hot in cream. 

Dan aku baru sadar, ternyata kita emang berbeda ya. Kita beragam. Entah beragam situasi hidupnya, tujuannya, ekspresinya, pola pikirnya, cara nikmatin liburannya, we're different in many things. Setelah mengamati lalu lalang di Kayutangan, aku jadi paham sebenarnya kita sedang menjalankan peran masing-masing. Kita kadang lupa kalau sebenernya, hidup itu bisa kita nikmati dengan berbagai cara. Nggak harus yang gimana-gimana sih. Kita sering terburu-buru karena ingin mengikuti keberhasilan orang lain. Sampai akhirnya kehilangan momen-momen baik yang nggak bakal keulang lagi. 

ya nggak sih?













NB : Selamat menikmati momen dalam hidupmu :) nggak harus sama kayak orang lain kok. Just you and yourself. 


Thanks, 


See you next post 








Comments

Popular Posts